![]() |
| Gambar 1. Pertanian Okra tumpang sari Cipanas Cianjur |
Dewasa ini telah terasa efek penggunaan bahan-bahan kimia dalam pertanian, sebagian petani mulai beralih dan menerapkan konsep berocok tanam organik. Hasil panen yang sehat membuat produk ini menjadi tren dan permintaan konsumen meningkat. Demikian keuntungan berlipat dikantongi para pelaku bisnis ini. Untuk mengatasi kendala hama mereka menggunakan biopestisida atau pestisida organik yang bersumber dari tumbuhan. Bahan ini mudah ditemukan dan terdapat disekitar kita. Kita hanya perlu mengetahui jenis-jenis tumbuhan berpotensi tersebut dan cara mengaplikasikannya.
1. Daun Pepaya (Carica Papaya)
Bahan aktif
papain dalam daun pepaya dapat digunakan untuk membasmi serangga penghisap dan
pemakan daun seperti aphid (kutu daun) dan ulat. Untuk membuatnya pertama
siapkan 1 kg daun pepaya kemudian tumbuk dan larutkan ke dalam 10 liter air.
Tambahkan dua sendok makan minyak tanah dan 30 gram deterjen. Tunggu semalam kemudian
saring agar didapat airnya saja. Larutan pestisida siap digunakan.
| Gambar 2. Daun Pepaya ©flickr.com/Dinesh Valke |
2. Tembakau (Nicotiana spp.)
Tembakau
merupakan bahan baku insektisida karena mengandung alkaloid nikotin yang
bersifat racun. Daun tanaman ini terbukti efektif untuk membasmi hama penghisap.
Untuk membuatnya kita dapat mengumpulkan 250 gram daun tembakau. Selanjutnya
masukan kedalam ember dan tambahkan 8 liter air, simpan selama satu malam.
Tambahkan 2 sendok teh detergen kemudian aduk. Saring sehingga diperoleh airnya
saja. Larutan selanjutnya dapat anda gunakan sebagai insektisida.
![]() |
| Gambar 3. Perkebunan Tembakau ©Dinas Perkebunan Jabar |
3. Srikaya (Annona Squamosa)
Zat aktif
annonain dan resin dipercaya ampuh untuk mengendalikan hama berupa ulat dan
serangga penghisap. Bahan yang digunakan adalah bagian biji dari buahnya. Pembuatannya
dengan menumbuk 25 gram biji srikaya hingga menjadi serbuk (agar mudah dapat
menggunakan blender dengan mencampur sedikit air). Selanjutnya campur dengan
satu liter air dan tambahkan 2 sendok teh deterjen. Simpan selama satu malam,
kemudian saring. Ekstrak biji srikaya siap digunakan.
| Gambar 4. Buah Srikaya ©jogja.tribunnews |
4. Sirsak (Annona Muricata)
Sama seperti
srikaya sirsak mengandung annonain dan resin. Namun bagian yang lebih efektif
untuk digunakan adalah bagian daunnya. Untuk pembuatannya kita dapat
menghaluskan daun sirsak sebanyak 100 lembar kemudian tambahkan air sebanyak 5
liter. Tambahkan deterjen dan aduk, lalu simpan selama semalam dan pisahkan
larutan dengan padatan. Untuk aplikasinya larutan dapat dicampur dengan air
dengan perbandingan 1:10.
| Gambar 5. Daun Sirsak ©wartakota.tribunnews |
Bahan lainnya
yang dapat digunakan sebagai pestisida adalah semua bagian tanaman yang berbau
menyengat dan berasa panas. Serangga tidak menyukai bau dan rasa tersebut. Bahan
ini lebih bersifat mengusir dari pada membunuh. Berikut merupakan contohnya.
5. Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih
memiliki bau yang tidak disukai serangga. Jadi bahan ini efektif untuk mengusir
dan bukan membunuh. Untuk membuatnya pertama tumbuk bawang putih dan campur
dengan 0,5 liter air, 10 gram deterjen dan 2 sendok teh minyak tanah. Simpan
selama satu hari lalu saring agar terpisah dari ampasnya. Untuk penggunaannya
anda dapat mengencerkan larutan dengan perbandingan ekstrak dan air 1:10.
Cara lain yang dapat anda gunakan yaitu dengan mengiris bawang putih menjadi beberapa bagian. Masukan kedalam toples dan isi penuh air. Diamkan selama satu hari dan air rendaman siap digunakan. Anda dapat mengisi ulang air ke dalam toples dan menggunakan kembali air rendamannya. Dengan demikian pestisida nabati ini dapat digunakan kembali.
6. Sirih Merah (Piper crocatum)
Kavikol dan
fenol dan minyak atsiri dan tanin, merupakan bahan aktif yang terkandung dalam
sirih merah. Bahan ini terbukti dapat digunakan untuk mengendalikan serangga
seperti kutu penghisap, belalang dan ulat yang memakan daun tanaman budidaya.
Bau dan panasnya dapat mencegah hama mendekat, sementara penyemprotan langsung
ke arah hama dapat membuat lemas, kematian secara perlahan dan menghilangkan
selera makan hama. Untuk pembuatannya kita perlu menyiapkan 50 lembar daun dari
tanaman ini. Haluskan dan campurkan dengan 1 liter air dan diamkan selama 10
menit. Saring larutan agar terpisah dari padatannya. Kita dapat juga
menambahkan daun ekstrak sereh wangi agar aroma pestisida lebih kuat. Untuk
aplikasinya kita dapat mengencerkan larutan dengan air menurut perbandingan 1 :
75.
![]() |
| Gambar 6. Daun Sirih Merah ©banjarmasin.tribunnews |
7. Cabai (Capsicum spp.)
Cabai
dipercaya dapat mengurangi nafsu makan tikus karena mengandung minyak atsiri,
piperin dan piperidin. Selain menimbulkan rasa panas bahan ini memang sering
digunakan sebagai repellent atau penolak hama mengandalkan penurunan nafsu
makan. Untuk membuatnya anda dapat menumbuk cabai hingga halus kemudian
menambahkan air dan diamkan selama satu malam. Saring agar terpisah dari
padatan. Aplikasi dengan menyemprotkan larutan secara langsung pada tanaman
yang terserang hama.
Masih banyak tumbuhan lain yang berpotensi digunakan diantaranya jahe, Lada dan tanaman sejenis yang menimbulkan rasa panas. Untuk yang berbau menyengat diantaranya tatasbihan habang, kambat, kakamalan dan kayu ilatung. Kita hanya tinggal memilih bahan sesuai ketersedian dan menyesuaikan fungsinya sesuai jenis hama penyerang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan selamat mencoba.
Pustaka:
Turang,
Arnold. 2016. Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya. BPTP Sulawesi Utara. http://sulut.litbang.pertanian.go.id/
Adrach. 2018. Manfaat
dan Cara Membuat Daun Sirih Merah Sebagai Pestisida Alami. Agrotani Cipanas. https://agrotanicipanas.blogspot.com
Ardiwinata A.
N., dkk.. 2007. Bahan Tumbuhan Sebagai Agensia Pengendali Hama Tanaman Ramah
Lingkungan. Kementerian Pertanian. Seminar Nasional Pertanian Lahan Rawa.
Jurnal: hal 337-349.
Balitbangtan.
2014. Pestisida Nabati Murah, Mudah dan Ramah Lingkungan. http://balit
bangtan.pertanian.go.id/



No comments:
Post a Comment