Bagi anda masyarakat perkotaan pastinya
merasa asing dengan dunia pertanian. Ladang pertanian seperti kebun dan sawah hanya
anda temui saat mudik ke kampung halaman atau pergi berlibur ke kawasan wisata
pedesaan. Padahal kegiatan bertani dapat dilakukan di perkotaan yang padat
tempat anda tinggal. Bagaimana caranya? Meski belum banyak diketahui, sebagian
orang telah menerapkan konsep ini. Mulai dari sekadar hobi mereka sukses menjadi
petani kota dengan omset jutaan hingga ratusan juta. Lalu konsep apa yang
mereka gunakan?
Konsep bertani pertama yang dapat
digunakan adalah hidroponik. Prinsip hidroponik adalah memberikan nutrisi pada
perakaran tanaman melalui perantara air. Nutrisi hidroponik yang biasa
digunakan adalah AB-mix yang tersedia di toko-toko pertanian_dijual secara
komersil. AB-Mix mengandung unsurhara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman
agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Nutrisi ini terlebih dahulu
dilarutkan kedalam air agar dapat digunakan, barulah selanjutnya diberikan pada
tanaman budidaya. Cara pemberian nutrisi berbeda-beda, tergantung metode
budidaya yang diterapkan.
Metode selanjutnya yaitu menanam pada media air secara langsung. Bila pada sistem Irigasi tetes, penanaman masih menggunakan media berupa sabut kelapa, kerikil atau hidroton sebagai media melekatnya akar. Pada metode ini, tanaman akan digantung di atas permukaan air tanpa media apapun. Akar tanaman selanjutnya berkembang pada air yang telah diberi nutrisi. Aplikasi dari metode ini dapat kita lihat pada sisem DFT (Deep), NFT (Nutrient Film T), dan Rakit Apung.
Sisi Positif dan Peluang Usaha
Urban farming merupakan konsep bertani
dengan memanfaatkan lahan yang tersisa di perkotaan. Bisa dilakukan di atas
gedung mall, apartement bahkan halaman rumah yang sempit sekalipun. Metode yang
digunakan beragam_kebanyakan berbeda dengan pertanian konvenional yang
memanfaatkan lahan luas dan tanah sebagai media tanam. Metode yang dapat kita
gunakan diantanya hidroponik dan akuaponik. Kedua metode ini dapat
diaplikasikan pada lahan sempit tanpa perlu menggunakan tanah sebagai media
tanam. Hasilnya? produksi tanaman budidaya dapat mencapai berkali-kali lipat
dibanding bertani secara konvensional dengan luas lahan yang sama.
Keuntungan lainnya yang bisa kita
dapat dari menjalankan konsep ini adalah berpartisipasi dalam memelihara
lingkungan. Semakin banyak pelaku urban farming semakin banyak oksigen yang anda
hirup setiap harinya. Demikian suhu udara yang panas dapat menurun. Tumbuhan
dapat menyerap polutan udara, sehingga dapat menurunkan tingkat pencemaran
akibat asap kendaraan yang anda buang setiap harinya. Sudahkah anda tertarik
untuk menerapkan konsep ini? Berikut akan diuraikan beberapa metode bertani
moderen yang dapat anda aplikasikan. Kita dapat mulai dari skala hobi sebagai
penghilang jenuh, skala rumahtangga untuk menambah penghasilan hingga skala industri
besar dengan omset ratusan juta perbulannya.
Hidroponik
![]() |
| Gambar 2. Kebun Hidroponik Photo: Cyberspaceandtime.com |
Ada beragam metode yang dapat
diaplikasikan pada hidroponik. Pertama sistem irigasi tetes. Sistem ini
merupakan mengembangan dari sistem guyur atau menyiram tanaman secara langsung.
Irigasi tetes cocok diaplikasikan pada tanaman buah seperti melon, tomat dan
cabai. Untuk menerapkannya, kita perlu merangkai suatu sistem pengairan. Mulai
dari menyediakan bak penampungan nutrisi, kemudian mengalirkannya melalui
selang ke tanaman budidaya dalam pot atau polibag. Metode ini cocok
diaplikasikan pada pertanian skala menengah keatas. Alasannya, dapat menghemat
waktu dan tenaga dalam pemeliharaan.
Metode selanjutnya yaitu menanam pada media air secara langsung. Bila pada sistem Irigasi tetes, penanaman masih menggunakan media berupa sabut kelapa, kerikil atau hidroton sebagai media melekatnya akar. Pada metode ini, tanaman akan digantung di atas permukaan air tanpa media apapun. Akar tanaman selanjutnya berkembang pada air yang telah diberi nutrisi. Aplikasi dari metode ini dapat kita lihat pada sisem DFT (Deep), NFT (Nutrient Film T), dan Rakit Apung.
Untuk menjalankan DFT, NFT dan
Rakit Apung diperlukan pompa air. Pada DFT dan NFT, air akan dialirkan dari bak
penampungan nutrisi ke tempat tanam berupa paralon atau talang air bertingkat. Mulai
dari tingkat paling atas ke bawah dan kembali ke bak penampungan. Demikian
sistem sirkulasi berjalan. Untuk sistem rakit apung, pompa digunakan sebagai
sirkulasi dan aerasi kolam. Dengan bergeraknya air akan menambah oksigen
terlarut dan mengaduk larutan nutrisi agar tidak mengendap atau terkonsentrasi pada satu titik saja.
Akuaponik
Double panen adalah salahsatu keunggulan akuaponik. Akuaponik
menerapkan prinsip yang terjadi dalam suatu ekosistem yang kemudian diterapkan
pada sistem budidaya. Prinsipnya pertama ikan yang dipelihara akan mengeluarkan
kotoran, kemudian air yang mengandung kotoran ikan dialirkan ke tanaman
budidaya. Tanaman kemudian akan menyerap kotoran ikan sebagai nutrisi,
selanjutnya air bebas kotoran (bersih) kembali ke kolam ikan. Demikian anda
dapat memanen ikan dan juga tanaman yang anda budidayakan. Menarik bukan?
Perkembangan Urban Farming
Beragam manfaat yang ditawarkan dari urban farming akhirnya membuka
mata pemerintah Indonesia, khususnya Ibukota negara DKI Jakarta. Dinas
Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) telah merilis pernyataan bahwa
mereka akan memulai urban farming dari Balai Kota. Selanjutnya akan
dikembangkan dengan membuka cabang di setiap kantor walikota. Mereka menamai
perkebunannya dengan nama Balkot Farm. Tujuan dibentuk perkebunan ini adalah
menghadirkan inovasi dengan harapan masyarakat dapat mengetahui, memahami dan
ikut menerapkan konsep ini. Dengan demikian manfaat urban farming dapat dirasakan
masyarakat DKI Jakarta.




No comments:
Post a Comment