Saturday, November 30, 2019

Urban Farming: Peluang Usaha Hijaukan Mata dengan Bangun Pertanian Kota

Bagi anda masyarakat perkotaan pastinya merasa asing dengan dunia pertanian. Ladang pertanian seperti kebun dan sawah hanya anda temui saat mudik ke kampung halaman atau pergi berlibur ke kawasan wisata pedesaan. Padahal kegiatan bertani dapat dilakukan di perkotaan yang padat tempat anda tinggal. Bagaimana caranya? Meski belum banyak diketahui, sebagian orang telah menerapkan konsep ini. Mulai dari sekadar hobi mereka sukses menjadi petani kota dengan omset jutaan hingga ratusan juta. Lalu konsep apa yang mereka gunakan?

Gambar 1. Contoh aplikasi urban farming     Photo by: David Williams/Bloomberg

Sisi Positif dan Peluang Usaha

Urban farming merupakan konsep bertani dengan memanfaatkan lahan yang tersisa di perkotaan. Bisa dilakukan di atas gedung mall, apartement bahkan halaman rumah yang sempit sekalipun. Metode yang digunakan beragam_kebanyakan berbeda dengan pertanian konvenional yang memanfaatkan lahan luas dan tanah sebagai media tanam. Metode yang dapat kita gunakan diantanya hidroponik dan akuaponik. Kedua metode ini dapat diaplikasikan pada lahan sempit tanpa perlu menggunakan tanah sebagai media tanam. Hasilnya? produksi tanaman budidaya dapat mencapai berkali-kali lipat dibanding bertani secara konvensional dengan luas lahan yang sama.

Keuntungan lainnya yang bisa kita dapat dari menjalankan konsep ini adalah berpartisipasi dalam memelihara lingkungan. Semakin banyak pelaku urban farming semakin banyak oksigen yang anda hirup setiap harinya. Demikian suhu udara yang panas dapat menurun. Tumbuhan dapat menyerap polutan udara, sehingga dapat menurunkan tingkat pencemaran akibat asap kendaraan yang anda buang setiap harinya. Sudahkah anda tertarik untuk menerapkan konsep ini? Berikut akan diuraikan beberapa metode bertani moderen yang dapat anda aplikasikan. Kita dapat mulai dari skala hobi sebagai penghilang jenuh, skala rumahtangga untuk menambah penghasilan hingga skala industri besar dengan omset ratusan juta perbulannya.

Hidroponik

Gambar 2. Kebun Hidroponik     Photo: Cyberspaceandtime.com
Konsep bertani pertama yang dapat digunakan adalah hidroponik. Prinsip hidroponik adalah memberikan nutrisi pada perakaran tanaman melalui perantara air. Nutrisi hidroponik yang biasa digunakan adalah AB-mix yang tersedia di toko-toko pertanian_dijual secara komersil. AB-Mix mengandung unsurhara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Nutrisi ini terlebih dahulu dilarutkan kedalam air agar dapat digunakan, barulah selanjutnya diberikan pada tanaman budidaya. Cara pemberian nutrisi berbeda-beda, tergantung metode budidaya yang diterapkan.

Ada beragam metode yang dapat diaplikasikan pada hidroponik. Pertama sistem irigasi tetes. Sistem ini merupakan mengembangan dari sistem guyur atau menyiram tanaman secara langsung. Irigasi tetes cocok diaplikasikan pada tanaman buah seperti melon, tomat dan cabai. Untuk menerapkannya, kita perlu merangkai suatu sistem pengairan. Mulai dari menyediakan bak penampungan nutrisi, kemudian mengalirkannya melalui selang ke tanaman budidaya dalam pot atau polibag. Metode ini cocok diaplikasikan pada pertanian skala menengah keatas. Alasannya, dapat menghemat waktu dan tenaga dalam pemeliharaan.

Metode selanjutnya yaitu menanam pada media air secara langsung. Bila pada sistem Irigasi tetes, penanaman masih menggunakan media berupa sabut kelapa, kerikil atau hidroton sebagai media melekatnya akar. Pada metode ini, tanaman akan digantung di atas permukaan air tanpa media apapun. Akar tanaman selanjutnya berkembang pada air yang telah diberi nutrisi. Aplikasi dari metode ini dapat kita lihat pada sisem DFT (Deep), NFT (Nutrient Film T), dan Rakit Apung.
Gambar 3. Metode Irigasi Tetes     Sumber: Dokumentasi pribadi
Untuk menjalankan DFT, NFT dan Rakit Apung diperlukan pompa air. Pada DFT dan NFT, air akan dialirkan dari bak penampungan nutrisi ke tempat tanam berupa paralon atau talang air bertingkat. Mulai dari tingkat paling atas ke bawah dan kembali ke bak penampungan. Demikian sistem sirkulasi berjalan. Untuk sistem rakit apung, pompa digunakan sebagai sirkulasi dan aerasi kolam. Dengan bergeraknya air akan menambah oksigen terlarut dan mengaduk larutan nutrisi agar tidak mengendap atau terkonsentrasi pada satu titik saja.

Akuaponik

Double panen adalah salahsatu keunggulan akuaponik. Akuaponik menerapkan prinsip yang terjadi dalam suatu ekosistem yang kemudian diterapkan pada sistem budidaya. Prinsipnya pertama ikan yang dipelihara akan mengeluarkan kotoran, kemudian air yang mengandung kotoran ikan dialirkan ke tanaman budidaya. Tanaman kemudian akan menyerap kotoran ikan sebagai nutrisi, selanjutnya air bebas kotoran (bersih) kembali ke kolam ikan. Demikian anda dapat memanen ikan dan juga tanaman yang anda budidayakan. Menarik bukan?


Gambar 3. Contoh akuaponik sederhana     Sumber: Hidroponik Store

Perkembangan Urban Farming

Beragam manfaat yang ditawarkan dari urban farming akhirnya membuka mata pemerintah Indonesia, khususnya Ibukota negara DKI Jakarta. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) telah merilis pernyataan bahwa mereka akan memulai urban farming dari Balai Kota. Selanjutnya akan dikembangkan dengan membuka cabang di setiap kantor walikota. Mereka menamai perkebunannya dengan nama Balkot Farm. Tujuan dibentuk perkebunan ini adalah menghadirkan inovasi dengan harapan masyarakat dapat mengetahui, memahami dan ikut menerapkan konsep ini. Dengan demikian manfaat urban farming dapat dirasakan masyarakat DKI Jakarta.

No comments:

Post a Comment